Senin, 30 September 2013

Menentukkan Karakteristik tiga tokoh dan Plot pada teks “Jam Dinding Yang Berdetak” karya Nano Riantiarno.


Nama : Choirrun Umma Azizah
NIM : 2222111990
Kelas : 5 C
Menentukkan Karakteristik tiga tokoh dan Plot dalam teks “Jam Dinding Yang Berdetak” karya Nano Riantiarno.
1.      Thomas Pattiwael : tokoh Papa yang berusia 45 tahun. yang bekerja di warung bir gentong dekat pelabuhan. Perawakan papa digambarkan sebagai orang yang terlihat santai, dan menginginkan Mama melayaninya dengan baik.
2.      Marrie Pattiwael : tokoh Mama yang berusia 43 tahun. posisi seorang mama dalam teks ini memiliki peran penting dalam keluarga. Karena mama yang menanggung beban di pundaknya mengenai ekonomi keluarga. Berbeda dengan tokoh papa yang terlihat santai, tokoh mama disini lebih mementingkan materi, cerewet, namun tetap peduli terhadap keharmonian hubugan keluarganya.
3.      Tokoh Benny, benny adalah anak kedua (bungsu) dari keluarga Pattiwael yang memiliki karakter idealis. Sifat idealisnya ini terlihat ketika ia menentang dosennya sehingga oleh pihak kampus ia di drop out/dikeluarkan. Namun tokoh benny ini akan membawa perubahan pada ekonomi keluarga mereka. Karena benny merupakan seorang pelukis.
Plot :
Eksposition : Melibatkan enam karakter dalam dua buah adegan. Keenam tokoh itu antara lain Thomas Pattiwael seorang ayah berumur kira-kira 45 tahun, Marie Pattiwael, istri berumur kira-kira 43 tahun, Benny, Anak Lelakinya, Magda, Anak perempuannya (kakak Benny), Oma, Seorang nenek tetangga mereka dan Polisi. Thomas dan Marie menjalani pernikahannya selama 25 tahun menjelang peristiwa. Keluarga Pattiwael terlihat bahagia walaupun hampir setiap pagi mama selalu meributkan masa depan putra bungsunya Benny. Mama bekerja sebagai buruh cuci, papa bekerja di sebuah warung bir gentong dekat pelabuhan dan benny mahasiswa yang di drop out dari kampusnya karena menentang dosen.
Komplikasi/pertikaian awal : Marrie yang hampir setiap pagi memarahi Benny anaknya yang hanya memiliki kemampuan melukis dan tidak menghasilkan apa-apa. Marrie lebih mementingkan hal materi di bandingkan yang lainnya. dalam keluarga terlihat beban yang di tanggung mama lebih banyak dibanding seorang papa. Marrie sudah banting tulang sebagai kuli cuci tapi ekonomi mereka belum membaik.oleh karena itu mama selalu meremehkan pekerjaan benny.
Klimaks/puncak ceritanya :
Thomas adalah lelaki yang merasa tidak mendapat kepuasan atas pelayanan dari istrinya sehingga ia harus keluar untuk mendapatkannya dengan wanita lain. Sementara Marry, seorang wanita yang otaknya dipenuhi permasalahan materi. Pada hari jadi pernikahna mereka yang ke 25 tahun mereka mengadakan pesta kecil di rumah mereka. Namun setelah pesta usai Thomas pergi meninggalkan rumah dalam keadaan mabuk, ia pergi ke tempat wanita penjual bir gentong di pelabuhan, tempat ia bekerja dan akhirnya polisi datang ke rumah mereka mengabarkan Tom mengalami kecelakaan.
Penyelesaian :
Benny menjual lukisan hasil karyanya sendiri. Hasilnya sengaja ia belikan Bir untuk sang papa, agar papa bisa terus dirumah selama hari jadi pernikahan papa dan mama. Mereka sekeluarga merayakan hari jadi pernikahan papa dan mama yang ke 25 tahun. Benny dan kakaknya magda berharap ketika papa mereka sudah mabuk, papa akan diam dirumah bersama dengan mama mereka. Karena mereka tau selama ini papa selalu keluar rumah. Sebelum mengetahui Benny menjual lukisannya untuk pesta perayaan ulang tahun pernikahan kedua orangtuanya, Marrie sang mama terlebih dulu menjual rambut panjangnya yang indah kepada penjual di pasar. Namun setelah pesta kecil-kecilan dikeluarga itu usai, ketika papa meminta ‘pelayanan’ dari mama, mama menolak. Akhirnya papa pergi dalam keadaan mabuk ke wanita pemilik warung bir gentong dekat pelabuham. Sampai akhirnya terjadi kecelakaan.
Rumush masalah :
1.      Mengapa tokoh mama menjadi dominan dalam rumah tangga yang selalu memikirkan materi?
2.      Apa yang melatarbelakangi tokoh mama tetap hidup bersama papa walaupun papa sudah berpaling pada wanita lain?

Analisis Feminisme Tokoh Mama (Marrie Pattiwael) pada Teks Jam Dinding Yang Berdetak Karya Nano Riantiarno.
Dari permasalahan diatas membuktikan bahwa tokoh Mama-lah yang sepertinya mendominasi kehidupan rumah tangga mereka. Mama seperti menanggung bebean yang berat dalam keluarga tersebut, berbeda dengan Papa yang seharusnya ia yang menjadi dominan dalam keluarga, tetapi perawakan pap yang terlihat santai dan memang papa yang merasa kurang mendapat pelayanan dari Mama sehingga Ia mencari wanita lain dan Mama ikhlas menerima, karena wanita selingkuhan papa, juga membantu keuangan mereka. Wanita pemiliki warung gentong bir dekat pelabuhan tempat papa bekerja yang membantu membiayai sekolah Benny dulu sebelum ia di DO. Karena, anak-anak Pattiwael (Benny dan Magda) sudah mengetahui kelakuan sang Papa pendapat saya disini Benny dan Magda lebih membela sang Mama dibanding Papa. Terbukti Benny dengan sabarnya selalu menghadapi mama-nya yang selalu ribut di pagi hari. Terbukti pula Benny dan Magda sudah mempersiapkan pesta ulang tahun hari jadi pernikahan mama dan papa. Tokoh mama pun ikut andil dalam mencari materi, mama yang bekerja sebagai buruh cuci. Dan demi kebahagiaan keluarga pun, demi kumpul bersama keluarga dan merayakan hari jadi pernikahan mereka, mama rela menjual rambutnya yang indah yang sedari dulu diinginkan nenek penjual di pasar. Untuk kebahagiaan keluarga satu tujuannya. Dan hal itu yang menjadikan mama rela melihat papa mencari perempuan lain. Ketika papa meminta mama untuk melayaninya malam itu (setelah pesta kecil-kecilan dirumah mereka) namun mama menolaknya. Menurut saya hal ini membuktikan bahwa mama tetap melindungi harga dirinya walaupun ia sudah dikhianati oleh sang suami dan tetap menjaga keutuhan rumah tangganya. Demi anak-anaknya. Demi Magda dan Benny. Seorang Mama rela dirinya disakiti, rela dirinya ikut membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan materi keluarganya, walaupun ia merelakan suami tercinta untuk mencari kepuasan pada wanita lain. Ia tetap bertahan demi keluarganya.

Analisis struktur dan Psikoanalisis pada Naskah Drama Jam Dinding yang Tak Berdetak


Nama               : Euis Rahma Pujiani
NIM                : 2222111796
Kelas               : V-C Diksatrasia

Analisis struktur dan Psikoanalisis
pada Naskah Drama Jam Dinding yang Tak Berdetak
Alur/plot :
-          Peristiwa awal : berupa dialog sederhana, percakapan sebuah keluarga di pagi hari. Mama sibuk membangunkan Benny yang tidur di sofa kucel, sementara papa sibuk mencari dasi, sepatu, baju dan sebagainya yang terus memanggil Marie.

-          Perumitan : dialog antara Magda dengan Mama mengenai Beny yang tidak selesai kuliah, dipecat dan hanya menghabiskan hari-harinya dengan melukis. Menurut Mama, Benny yang sehari-hari melukis hanya membuang-buang waktu tanpa mendatangkan uang, namun tidak menurut Magda. Perdebatan Mama dengan Magda semakin terlihat dalam adegan

Dalam adegan :
MAGDA : Mama, ia lagi menyimpulkan. Ia hanya sedang mengalami kekagetan,
bahwa ternyata terdapat pengaruh besar terhadap jalan hidupnya. Dan
karena kekagetan itu mungkin ia menderita sakit sebentar. Tapi jangan
khawatir. Sebentar lagi tentu ia akan sembuh kembali.
MAMA : Aku tahu itu, coba ia bisa rem kehendak untuk berbantah dengan gurunya
tentu ia masih sekolah sekarang ini.
MAGDA : Pertengkaran pendapat itu biasa Mama. Apa lagi dikalangan mahasiswa.
Sedikitnya Benny dengan jujur dan gigih telah mampu mendapatkan
kekuatan untuk mempertahankan pendapatnya walau resikonya sesudah
itu ia dipecat.
MAMA : Guru, biar bagaimanapun tentu lebih pandai dari pada murid-muridnya.
Kalau tidak tak mungkin ia jadi guru.
MAGDA : Belum tentu. Kadang-kadang ada guru yang terlalu mempertahankan
pendapat-pendapat yang sudah kuno, usang sedang zaman semakin maju.
Dan kita tak tahu semua pendapat mereka bisa diterapkan pada saat
mereka-mereka itu mulai menua.
MAMA : Ya, tapi dengan begitu Benny dengan sengaja telah menutup salah satu
jalan hidupnya.


-          Pertikaian : perdebatan antara Mama dengan Papa yang mempersoalkan kebutuhan ekonomi yang mencekik leher keluarganya. Mama cukup banyak andil dalam mengatur segala kebutuhan.

-          Klimaks : percakapan antara Magda dengan Benny, mengenai hiruk-pikuk keluarganya, biaya sekolah Benny. Keluhan-keluhan Magda terhadap Benny mengenai kemiskinan yang melilit keluarganya. dialog tersebut seolah menyudutkan Benny, Benny satu-satunya harapan keluarga mereka. Namun, Benny menegaskan bahwa dirinya tidak merasa demikian dan ia telah mengetahui hal apa sebaiknya yang harus dilakukannya.

-          Penurunan : saat Benny memperlihatkan lukisan yang akan dihadiahkan untuk ulang tahun pernikahan mama dan papa yang ke-25. Mereka berdua merencanakan akan merayakan hari ulang tahun itu dengan memberikan sedikit kejutan untuk keduanya.  Mereka semua merayakan ulang tahun pernikahan dan meniup lilin yang disertai kehangatan yang menyelimuti (papa yang memaksa ingin dicium mama).

-          Pemecahan masalah : ketika Tom melepas topi yang dikenakan Marie. Saat itu ia mengetahui rambut Marie telah habis dijual untuk merayakan pesta pernikahan kecil-kecilan agar terasa bermakna meskipun ia harus kehilangan rambutnya. Dari dialog tersebut, terlintas sebuah kejujuran bahwa Tom selama ini tidak bahagia dengan wanita lain meskipun kebutuhan biologisnya terpenuhi.

-          Penyelesaian : Tom pergi dengan harapan membawa sebongkah kebahagiaan untuk Marie.

Amanat : kebahagiaan yang hakiki merupakan sebuah kebahagiaan yang utuh di bangun oleh sebuah keluarga, sesulit apapun roda kehidupan pasti akan berputar seperti jam dinding yang berdetak.

Karakter :
Dalam menentukan karakter seorang tokoh dapat dilakukan dengan melihat empat aspek, yaitu :
Dilihat dari pengembangan fisik, pengembangan tingkat sosial, pengembangan jiwa, dan pengembangan moral. Dalam naskah jam dinding yang tak berdetak ini, penentuan karakter tokoh dapat terlihat secara jelas melalui pengembangan tingkat sosial. Dalam pengembangan ini Nampak terlihat bahwa para lakon merupakan sebuah keluarga kecil yang tinggal di tempat kumuh, hidup dilingkungan masyarakat yang kecil.
Marie sebagai karakter yang khas dan sangat menonjol yang digambarkan sebagai seorang ibu yang memegang andil cukup besar di keluarganya, beban ekonomi keluarga dan kondisi jiwa keperempuanan sang ibu dirasakan begitu kuat dengan konteks kesabaran seorang wanita. Pengembangan karakter ibu mengalami pengembangan jiwa saat ibu hendak ditinggalkan oleh Papa.
Papa sebagai seorang laki-laki yang seharusnya banyak andil dalam urusan keluarga, tetapi tidak dengan Thomas, karakter Thomas kental dengan jiwa acuh seorang laki-laki.
Benny dan Magda tidak mengalami pengembangan jiwa dalam pengembangan karakter.


Analisis Latar
Latar tempat : sebuah rumah yang terletak di kompleks orang-orang miskin dan pensiunan.
Latar waktu : pagi hari
Latar sosial
-          Latar netral : sebuah kompleks yang kumuh
-          Latar tipikal : sifat kekhasan pada naskah drama jam dinding yang berdetak, lingkungan yang kumuh dan kecil mencerminkan sebagai manusia-manusia yang serba kekurangan dalam perekonomian.


Rumusan masalah
Permasalahan yang sangat signifikan dalan naskah drama jam dinding yang tak berdetak, terlihat pada diri ibu (seorang perempuan) yang amat resah memikul beban dengan kondisi ekonomi keluarganya, padahal diri papa Nampak biasa-biasa saja, mengapa bisa demikian?

Analisis  psikologi pada diri ‘ibu’
Dalam naskah drama jam dinding yang tak berdetak ini Nampak terlihat ibu memiliki andil yang cukup besar. Ketika semua beban kebutuhan rumah tangga terasa berat dipundak ibu, ibu yang harus memenej keuangan dan kebutuhan di dapur, ibu berpikir hari ini bisa makan, apakah esok hari masih menemui nasi dan lauk pauk ? kesulitan demi kesulitan yang mencekik keluarga itu terasa begitu dahsyat pada leher ibu.
Teori
            Menurut Woodworth dan Marquis (dalam khodijah, 2006: 2) , menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu tentang aktivitas individu, baik aktivitas motorik, kognitif maupun emosinonal. Definisi ini, lebih bersifat praktis karena langsung mengarah pada aktivitas kongkrit yang dilakukan manusia sebagai manifestasi kondisi kejiwaannya.
            Varian intrepersonal dari teori psikoanalitik sebagian besar berasal dari karya Harry Stack Sullivan. “Kepribadian adalah pola yang relatif kekal dari situasi interpersonal yang berulang yang menjadi ciri kehidupan manusia.” dan ia menerima pandangan bahwa manusia memiliki kebutuhan biologis sebagai pembawaan dan rasa aman dari pengalaman dengan orang lain yang membangkitkan kecemasan maupun jaminan pemuasan ketegangan yang bersifat biologis.
Mengenai kondisi psikologi antara ibu dengan kebutuhan biologisnya, diterangkan bahwa psikis ibu tidak mengalami kebahagiaan, yang ada hanya rasa tak aman atas dirinya dan mengalami kecemasan-kecemasan yang berujung pada ketegangan. Bukan tak mau ia memenuhi kebutuhan biologisnya, namun keadaan membuatnya bersikukuh berada dalam belenggu keresahan. Keputusan ibu yang merelakan suaminya mendapatkan kepuasan laki-laki dengan wanita lain merupakan keputusan yang bersifat tidak berdasarkan dari naluri seorang wanita, karena sebaik-baik wanita tidak akan rela jika suami dengan orang lain. Namun, keadaan memaksa ibu untuk berpikir demikian karena ia memaksa tak mampu. Jika ditelusuri batin ibu secara mendalam, ia sangat tersiksa batin dan mental.

Kajian Psikologi Pada Teks Jam Dinding Yang Berdetak Karya Nano Riantiarno

NAMA/NIM              : IIS NADIAH (2222111646)
KELAS/PRODI        : V C / DIKSATRASIA
TUGAS                      : KAJIAN DRAMA INDONESIA

1.      Karakter
Tokoh Thomas Pattiwael memiliki karakter yang pekerja keras utuk menghidupi keluarganya, dan Papa juga memiliki karakter yang kurang akan kebutuhannya sendiri sehingga bisa mempermainkan wanita dan bisa mabuk sepuasnya.
Tokoh Marie Pattiwael memiliki karakter yang begitu terlihat sosok keibuan untuk anak-anaknya meskipun sifat egois selalu ada dalam dirinya, dan  seorang pekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
Benny memiliki karakter yang unik untuk dilihat, meskipun seorang pemalas untuk melakukan rutinitas bangun pagi, namun Benny memiliki potensi seni di dalam jiwanya, sehingga dengan lukisanlah Benny dapat merasakan kebahagiaan.
2.      Plot
Eksposition pelukisan awal cerita, yaitu umumnya berisi perkenalan. Sebelum memulai adegan dalam drama Jam Dinding Yang Berdetak ini, awal cerita selalu diisi dengan perkenalan. Dimana, Thomas Pattiwael menjadi seorang Papa yang memiliki umur kira-kira 45 tahun, Marie Pattiwael menjadi seorang Ibu yang berumur kira-kira 43 tahun, Benny sebagai anak laki-laki, Magda sebagai anak perempuan dan sebagai kakak untuk Benny, Oma seorang nenek tetengga mereka, dan seorang Polisi.
Kejadian ini dimulai ketika Mama yang memiliki karakter keibuan, dan memiliki sifat egois yang tinggi di pagi hari ini membangunkan Benny yang selalu bangun kesiangan dan peran Mama pun selalu berteriak-teriak untuk menjawab pertanyaan dari kebutuhan perlengkapan kerja untuk Papa. Mama memiliki sifat egois ini pun ada alasannya untuk Benny, karena Benny bekerja hanya sebagai pelukis yang menurut Mama  itu hanya membuang-buang waktu tidurnya dimalam hari dan hasilnya setiap pagi selalu kesiangan.
Papa yang selalu repot sendiri tiap pagi dengan kebutuhan perlengkapan kerjanya sehingga selalu bertanya pada Mama dengan keegoisannya sendiri.
Benny hanyalah anak yang selalu santai dan susah untuk dimengerti jika Mama menanggapinya dengan egois.
Komplikasi atau pertikaian awal, yaitu munculnya pertikaian disaat Papa yang selalu berbicara pada Mama, kalau Mama tidak bekerja apa-apa. Padahal sudah jelas mama bekerja menjadi ibu rumah tangga dan menyuci sampai menyetrika pakaian tentangganya untuk memenuhi dan membantuh Papa dalam kebutuhan ekonominya, akan tetapi di pandangan Papa merasakan Papa hanya bekerja sendiri untuk keluarganya dengan pekerjaan sebagai penunggu gentong bir
Mama selalu menghadapi Benny dengan marah-marah karena kemalasan Benny yang hanya bisa melukis di tengah malam. Mama selalu mengucapkan dan mengungkit-ungkit tentang Benny yang entah mengapa, Benny keluar dari perguruan tingginya. Padahal Mama, Papa, dan Magda sudah berusaha banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya selama kuliah. Tetapi yang dilakukan Benny sekarang hanya melukis di malam hari.
Sedangkan Benny tidak bisa berbuat apa-apa, Benny mimiliki rasa cuek terhadap lingkungan keluarganya, akan tetapi sebenarnya Benny pun sedih melihat kondisi keluarganya.  
Klimaks atau titik puncak cerita dalam drama Jarum Dinding Yang Berdetak ini adalah ketika Papa ingin Mama kembali menjadi istrinya lagi namun Mama menolak karena Mama sudah tidak mau melayani kebutuhan Papa lagi. Disinilah Papa marah atas perlakuan dari Mama.
Mama sebenarnya begitu terpukul atas pilihannya tidak mau melayani Papa lagi, Mama telah menyiksa dirinya sendiri dengan cara membebaskan Papa untuk memuaskan kepuasannya dengan wanita lain. Sebenarnya Mama sedih sekali dengan keputusannya ini karena telah menginjak-injak sendiri kewanitaannya, Mama ingin keluarganya utuh akan tetapi Mama pun tidak mau melayani kemauan Papa sehingga Mama membebaskan Papa melakukan sesuka hatinya asalkan Papa tidak meninggalkan Mama.
Benny mengerti sekali kondisi keluarganya, tetapi Benny pun tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya hanya bisa menuangkan isi hatinya lewat lukisan keluarga yang Benny buat.
Resolusi atau penyelesaian. Papa menyelesaikan masalah ini dengan pergi keluar rumah karena kemauannya tidak dituruti oleh Mama, Papa merasa kecewa terhadap Mama karena Mama memotong rambut tanpa sepengetahuan Papa. Mama juga membebaskan Papa untuk memuaskan kemauanya dengan wanita lain, sehingga Papa mengambil keputusan untuk pergi dari rumah dimalam ulang tahun pernikahannya itu.
Mama menyelesaikan masalah keluarga ini dengan cara ketika akan tiba hari ulang tahun pernikahannya. Mama menjual rambut kesayangannya yang selalu Papa banggakan, dengan keputusan menjual dan memotong rambut ini, Mama berharap meskipun acara ulang tahun pernikahannya sederhana, tetapi bisa merasakan kebahagiaan di hari ulang tahun pernikahan ini bersama keluarganya dan bisa membuat Papa bahagia.
Benny hanya bisa memberikan sebuah minuman untuk Papa dihari ulang tahun pernikahan ini dengan bertujuan agar Papa betah dirumah menikmati hari ulang tahun pernikahan dengan Mama berdua dirumah. Dan dengan ini semua menurut Benny agar Mama dan Papa bahagia.
Catastrophe atau keputusan, Papa memutuskan untuk pergi setelah perdebatan dengan Mama sewaktu ulang tahun pernikahan itu. Dan Mama memutuskan untuk menunggu Papa pulang sampai Mama tertidur di kursi depan hingga larut malam. Benny pun tidur di kamar, meninggalkan Mama yang berada diluar.

3.      Latar/Setting
Dalam drama Jam Dinding Yang Berdetak ini, memiliki beberapa setting dan memiliki tiga bagian tapi bersambung satu sama lain.simultan set.
Pertama-tama  : kita melihat halaman depan, ada pohon pisang beberapa batang. Satu pohon jambu dan satu pohon kersen, dimuka rumah ada lentera tergantung persis di atas kursi goyang dekat jendela kayu.
Lalu ruang tengah       : terdapat sebuah sofa reot, permadani  butut, dua buah kursi rotan. Sebuah lemari pecah belah di sudut ruang dekat pintu. Bergordyn korduray hijau lumur, sebuah lobang pintu tak berdaun pintu dari sebuah kamar tidur yang pasti sempit , sebuah jam dinding terpaku diantara sofa megah diantara potret-potret tua, kelihatan jam itu sangat antik. Keadaan kamar itu betul-betul berantakan.
Bagian ketiga adalah : Rak piring besi yang catnya sudah mulai luntur dan karatan. Ember berbaur dengan alat-alat lukis, cat-cat, tube-tube kosong figura figura kanvas setengah berlukis dan lukisan-lukisan bertumpuk di satu sudut.

4.      Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini:
1.      Bagaimana kejiwaan yang dialami tokoh Papa, Mama dan Benny dalam drama tersebut?
2.      Bagaimanakah terjadinya konflik dalam tokoh Papa, Mama, dan Benny dalam drama tersebut?

Kajian Analisis Psikologi Tokoh Pada Mama, Papa, dan Benny

Dalam kajian analisis ini, Saya akan menganalisis mengenai kejiwaan dan konflik yang terjadi pada tokoh Papa, Mama, dan Benny.
Kejiwaan Papa dalam drama ini sangat terguncang, terpukul batinnya sekali karena memiliki istri yang tidak mau menuruti kemauannya. Sakit hati dan merasa terhianati dengan sikap Mama yang egois. Papa pun begitu terguncang batinnya ketika Papa dibebaskan oleh Mama untuk memenuhi kemauannya dengan gentong bir yang sudah jelas-jelas Papa terpaksa melakukan itu semua.
Konflik yang dialami Papa yaitu ketika Papa ingin sekali kepuasannya terpenuhi oleh Mama, disaat Papa berbicara pada Mama kalau Papa ingin Mama menjadi istrinya kembali dan menuruti apa kemauan dari Papa. Namun, Papa pun marah disaat Mama menolak keinginanya. Papa sudah bekerja keras, membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi di keluarganya. Papa merasa tersakiti atas perlakuan Mama yang egois dan mementingkan dirinya sendiri
      Kejiwaan Mama, Mama seperti orang yang depresi akan kekurangan dalam kebutuhan ekonominya, sehingga Mama harus memutar otak dan banting tulang untuk keluarganya, seperti halnya Papa. Mama begitu memiliki egois yang tinggi ketika mendidik anak-anaknya agar tidak menjadi seorang pemalas.
      Konflik yang dialami oleh Mama yaitu ketika Mama tidak mau melayani Papa hanya untuk kesenangan dirinya saja tanpa memikirkan perasaan Papa. Mama memang merasa bersalah karena sudah menginjak-injak keperawanannya sendiri dan Mama pun merasa bersalah ketika memotong rambutnya untuk acara ulang tahun pernikahan tanpa sepengetahuan Papa. Dari kejadian inilah konflik dimulai, Mama memang keras kepala dan tidak mau kalah, meskipun Mama tahu Papa sakit hati padanya. Hanya satu keinginan Mama yang Mama ucapkan pada Papa “Silahkan Papa menuruti kemauan Papa, asalkan Mama masih menjadi istri Papa selamanya. Dengan jelas sebenarnya Mama tahu bahwa Papa marah padanya tapi hal inilah yang dipetahankan oleh Mama.
      Kejiwaan Benny, Banny memiliki kejiwaan yang bersifat acuh pada keluarganya, sehingga Benny berani mengambil keputusan sendiri untuk berhenti kuliah. Disinilah terlihat kejiwaan Benny yang tidak diterima oleh Mama. Benny memang anak laki-laki tetapi Benny pun memiliki karakteristik sendiri untuk menjalani kehidupannya sehari-hari, seperti terlihat disaat Benny merasa puas memberikan kado ulang tahun pernikahan Papa dan Mamanya adalah sebuah kado lukisan yang dilukis sendiri olehnya ditengah malam saat yang lain tertidur.
      Konflik yang dialami Benny yaitu ketika Benny berhenti kuliah dan menjadi seorang pelukis, disinilah konflik Benny dimulai dan disaat itulah Benny selalu menerima ucapan Mama yang kerap memarahi Benny setiap hari.